Selasa, 07 Februari 2012

Shampoo (Part 1)

Cast : Min Kyu (Fictional)     Other Cast: Typhon (Trainer)
Yuri
Taeyeon
Hyoyeon
Yoona
Sooyoung
Jessica
Tiffany
Seohyun
Sunny

Annyeong ini FF kedua buatanku. Maaf kalo jalan ceritanya gaje ^^ {Maklum masih pemula :)}
FF ini ke inspirasi dari MV After School "Shampoo",tapi aku kasih tambahan cerita sendiri biar seru :))
So happy reading.. ^v^ Please Comment ~_~
Min kyu akhirnya sampai ke tempat yang ia impikan sejak dulu yaitu Grup dance terkenal di Seoul,SNSD. Ia memandang tempat dihadapannya ini dengan pandangan tidak percaya.
“Wah,besar sekali tempat ini. Pasti orang yang ada di tempat ini adalah orang yang hebat,”katanya kagum. Min kyu kemudian melangkahkan kakinya masuk ke tempat itu. Dia melaihat foto para anggota SNSD dance sambil tersenyum.
Di Gedung SM dance ada delapan orang sedang melakukan pemanasan sebelum berlatih mereka adalah Yuri,Jessica,Taeyeon,Hyoyeon,Sooyoung,Tiffany,Seohyun,dan Yoona bersama dengan koreografer dance mereka Typhon. Yuri merengangkan kedua tangannya kedepan,Jessica merengangkan kedua tangannya ke atas,Taeyeon melatih keseimbangan dengan memegang kaki kanannya,Hyoyeon meregangkan kedua kakinya,Sooyoung sit up,Tiffany melemaskan lehernya,Seohyun merengangkan tangannya sambil mendorong kaki kanannya ke belakang,Yoona merengangkan kedua tangannya sambil membalikkan badan ke kanan,dan Typhon melihat gerakkan para muridnya itu. Min kyu kemudian masuk ke tempat latihan SNSD di lantai 1.
“Annyonghaseyo,”katanya sambil membungkukkan badan. Mendengar suara seseorang SNSD berhenti melakukan kegiatan mereka dan menoleh ke arah Min kyu dengan tatapan mengejek karena pakain Min kyu hanya pakaian lusuh di mata mereka. Typhon juga menoleh dan kemudian ia tersenyum melihat orang yang baru saja datang itu.
“Kalian semua perkenalkan. Dia anggota baru kita. Namanya Min kyu,”kata Typhon memperkenalkan Min kyu.
“Annyonghaseyo Min kyu-immida,”kata Min kyu sopan dan membungkukkan badan berkali-kali. Reaksi anggota SNSD bermacam-macam mendengar perkataan sang koreografer,Jessica berpaku tangan sambil melihat kebawah,Tiffany menggaruk lehernya yang tidak gatal,Sooyoung dan Yoona saling menyikut satu sama lain,Yuri dan Taeyeon melihat Min kyu dengan sungguh-sungguh,Hyoyeon dan Seohyun saling berbisik.
“Yuri,Taeyeon tunjukkan gerakkan dance kalian berdua,dan Min kyu sebaiknya kau duduk tuk melihat gerakkan seniormu,”perintah Typhon.
“Ne Typhon-ssi,”kata Yuri dan Taeyeon bersamaan,Min kyu langsung duduk. Yuri dan Taeyeon berdiri kemudian mereka berdua melakukan dance yang baru kemarin diajarkan dengan benar serta menambah sedikit gerakkan milik mereka berdua,setelah selesai Typhon,dan yang lainnya bertepuk tangan,Min kyu bertepuk tangan paling keras sambil berdiri. Yuri dan Taeyeon berjalan kembali ke tempat duduk,Jessica memukul tangan Yuri. Yuri dan Taeyeon duduk diantara Min kyu dan tersenyum.
“Gomawo Min kyu,jangan terlalu berlebihan untuk kami berdua,”kata Yuri.
“Tidak kok,meurutku Yuri-ssi dan Taeyeon-ssi gerakkannya bagus,”kata Min kyu tersenyum.
“Min kyu kau coba lakukan gerakkan dance yang telah kau pelajari.”perintah Typhon lagi. Mendengar perintah Typhon Min kyu langsung melongo dan gemetaran,melihat tingkah Min kyu yang agak aneh membuat Yuri dan Taeyeon yang ada disebelahnya menjadi khawatir.
“Min kyu-ssi kau baik-baik saja?” tanya Taeyeon khawatir.
“Ngg..Ne Taeyeon-ssi,”jawab Min kyu tersenyum tapi dipaksakan.
“Kau tidak perlu gugup seperti itu Min kyu. Memang biasanya di sini kalo ada anggota baru pasti harus di tes dulu,”kata Yuri mencoba menyemangati Min kyu.
Yuri dan Taeyeon menepuk pundak Min kyu, “Ayo maju Min kyu! Hwaiting!!” bisik Yuri dan Taeyeon semangat. Mendengar kata semangat dari Yuri dan Taeyeon,Min kyu lamgsung maju ke depan. Sebelum menari Min kyu memejamkan matanya,dia langsung memulai gerakan dari tangannya hingga menari dengan luwes,melihat gerakkan Min kyu membuat semua orang terkejut. Mereka merasa seperti melihat mantan anggota mereka yang telah meninggal dua tahun yang lalu,Yuri dan Taeyeon menatap Min kyu kagum,Hyoyeon dan Seohyun berbisik,Jessica yang tadinya hanya berpaku tangan saja langsung melotot melihat gerakkan Min kyu,Tiffany langsung berbisik sama Jessica yang masih kaget,Sooyoung dan Yoona kayaknya juga udah kepengaruh sama temen-temennya yang lain soalnya mereka juga ikutan bisik-bisik. Typhon menatap Min kyu sambil tersenyum dan berdiri meski senyumannya tidak terlihat oleh anak didiknya.
“Ayo semuanya latihan lagi! Min kyu kau berada di diantara Tiffany dan Seohyun”.
Malam harinya setelah perkenalannya dengan anggota SNSD dan Typhon,Min kyu memikirkan semua kejadian yang dia alami tadi pagi. Mulai dari awal dia menginjakkan kaki di Gedung SM dance,Yuri dan Taeyeon yang selalu ramah padanya,tingkah anggota lain padanya,terlintas di pikiran Min kyu menirukan koreografi yang baru tadi pagi diajarkan. Dia menirukan gerakkan itu dengan luwes tapi saat akan berputar dia merasa kurang leluasa. “Hmm..apa mungkin karena kamar ini kurang besar,aku jadi sulit untuk berputar dengan benar?”batin Min kyu. “Ah..sudahlah besok saja di tempat itu. Lebih baik aku tidur.”
Di dorm anggota SNSD dance.
“Kalian melihat gerakkan anak baru tadi?” tanya Hyoyeon.
“Tentu saja kami lihat Hyo pabo,kau kira kami katarak,”kata Jessica sinis.
“Ya ampun Jessica kau ini kenapa sih? Sewot amat,”kata Hyoyeon santai.
“Gerakkannya persis seperti,”perkataan Seohyun terhenti melihat Tiffany yang menatapnya kesal.
“Sudah kubilang berkali-kali pada kalian! Tolong jangan membicarakan tentang dia lagi!!”bentak Tiffany kesal. Mendengar bentakan Tiffany,mereka yang ada di kamar langsung diam. Sooyoung dan Yoona membuka pintu kamar.
“Apa yang sebenarnya terjadi? Aku mendengar suara ribut kalian di dapur tahu,”kata Sooyoung berdecak pinggang. Hyoyeon,Seohyun,Jessica,Tiffany saling memandang satu sama lain. Tidak ada satupun dari mereka yang menjawab pertanyaan Sooyoung.
“Kenapa kalian diam saja? Tidak ada yang mau menjelaskan pada kami?”tanya Yoona memandangi temannya satu persatu. Tidak ada yang berbicara satupun diantara mereka berempat.
“Baiklah aku akan mengadukan hal ini pada Yuri Unnie dan Taeyeon Unnie,”kata Yoona keluar dari kamar.
“Tu..tu..tunggu Yoona aku akan menjelaskan!!”kata Hyoyeon. Yoona yang tadinya mau keluar,langsung berhenti.
“Baiklah Hyoyeon Unnie,apa yang terjadi?”
“Sebenarnya aku,Seohyun,Jessica membicarakan tentang anak baru tadi. Ngg..siapa namanya yah? Aku lupa,”kata Hyoyeon berpikir.
“Dasar Hyo pikun. Namanya Min kyu tau,”sahut Taeyeon yang dibelakangnya ada Yuri tiba-tiba masuk kamar. Mendengar suara Taeyeon,semua yang ada di kamar kaget dan langsung melihat kearah kedua Unnie-nya itu.
“Kalian ini bagaimana malah membicarakan orang lain. Dasar,”kata Taeyeon geleng-geleng kepala. Mendengar perkataan Taeyeon,Yuri langsung kaget.
“Mwo?! kalian mengatakan hal apa tentang dia?!”Suara Yuri tinggi.
Mendengar suara Yuri,nyali mereka yang ada dikamar langsung ciut,mereka hanya diam saja dan menundukkan kepala.
“Sudahlah Yuri kau tidak perlu membentak mereka,hanya karena hal ini”kata Taeyeon menenangkan Yuri.
“Kau benar Tae,mianhae. Tapi tolong jangan membicarakan orang lain aneh-aneh.”
“Ne. Yuri Unnie,”kata mereka menundukkan kepala.
“Ya sudah,kalau gitu ayo kita tidur besok harus latihan lagi kan?” kata Taeyeon lembut.
“Ne Taeyeon Unnie,”kata mereka bersamaan sambil menuju tempat tidur masing-masing.
Keesokan harinya Typhon memutuskan jalan-jalan keluar,saat melewati ruang latihan,dia melihat seseorang sedang berlatih. Tanpa sadar ia tersenyum sendiri dan terus memperhatikannya. Saat melakukan gerakkan memutar orang itu langsung terjatuh.
“Aduh sakit sekali. Ternyata gerakkan memutar susah juga,”kata Min kyu sambil memijat kakinya.
“Sebenarnya gerakkan memutar kemarin tidak susah. Tapi caramu melakukannya salah,”kata seseorang tiba-tiba. Mendengar suara itu Min kyu langsung melihat Typhon sudah ada di depannya.
“Omo?! Typhon-ssi. Mianhae,”kata Min kyu terkejut.
“Hei tidak perlu kaget seperti itu. Kenapa minta maaf? Kau tidak melakukan sebuah kesalahan kan?”kata Typhon sambil memijat kaki Min kyu.
“Ngg..aku disini malah membuat Typhon-ssi repot,”kata Min kyu matanya berkaca-kaca.
“Kau tidak pernah membuatku repot Min kyu,justru aku senang ada anggota baru. Yuri dan Taeyeon sepertinya juga senang dengan kehadiranmu. Ayo berdiri,”kata Typhon berdiri sambil mengulurkan tangannya ke Min kyu. Min kyu menerima uluran tangan Typhon dan ia langsung berdiri.
“Coba kau lakukan gerakkan memutar tadi,dan aku akan melihat gerakkanmu,”saran Typhon.
“Mwo? Sekarang?”tanya Min kyu bingung.
“Enggak 5 tahun lagi,”jawab Typhon ngasal
Min kyu yang mendengar perkataan Typhon menggaruk kepalanya.
“Ya dong sekarang emang nunggu kapan? Dasar pabo,”kata Typhon sambil tertawa melihat tingkah Min kyu yang bingung.
Min kyu kemudian berdiri lagi dia melakukan gerakkan itu lagi,Typhon yang melihat
gerakkan Min kyu tersenyum. Dia juga memandu Min kyu melakukan gerakkan memutar.
Saat terus berputar,tiba-tiba putarannya sekarang dia berpelukkan dengan koreografernya.
Jarak muka mereka hanya terpaut 5cm,Min kyu bisa merasakan hembusan nafas koreografernya itu. Typhon kaget melihat muridnya yang ada didepannya.selintas dia melihat bayangan seseorang yang istimewa baginya.
“Changiya aku rindu padamu.. Kenapa semua harus berakhir secepat ini?”batin Typhon sedih.
Mereka berdua kemudian melepas pelukkan masing-masing. Min kyu yang gugup hanya bisa menundukkan kepalanya,sedangkan Typhon hanya menghela nafas.
“Jeongmal mianhae Typhon ssi,aku tidak sengaja,”kata Min kyu lirih. Meskipun lirih Typhon dapat mendengar suara muridnya itu.
“Mullon animnida,santai sajalah Min kyu. Nanti sore kau mau jalan-jalan bersamaku ke taman kota?”tanya Typhon. Min kyu bingung mendengar ajakan dari koreografernya beberapa detik kemudian dia menganggukkan kepala. Melihat anggukkan muridnya Typhon tersenyum.
“Baiklah nanti aku tunggu didepan sini,”kata Typhon membelai kepala Min kyu dan kemudian meninggalkan ruangan itu. Min kyu hanya berdiri mematung sambil memegang rambutnya yang dibelai oleh koreografernya itu.
Di kamar Min kyu
“Omo?! Aku mimpi apa semalam Typhon ssi mengajakku jalan dengannya. Aku harap ini bukan mimpi,”kata Min Kyu sambil mencubit dirinya sendiri.
“Auw..sakit berarti ini bukan mimpi. Hore!”kata Min kyu kegirangan sambil melompat-lompat.
TBC

Sabtu, 27 November 2010

Ice Cream (Part 1)

1


Seoul,Korea Selatan.
Sekolah St.Raphael Gakuen.

“Baiklah anak – anak waktu kalian mengerjakan tugas sudah habis. Sekarang salah satu maju ke depan kerjakan soal ini.” kata Bu Elise guru mapel Bhs.Perancis. Semua anak resah dan gelisah karena mereka takut akan menjadi korban sang guru “Choi Sooyoung majulah ke depan,”kata Bu Elise.
“Baik,kata seorang cewek berambut panjang sambil berjalan ke depan kemudian menuliskan jawabannya di papan tulis”.
Setelah selesai menulis jawabannya Bu Elise mengatakan jawabannya benar, “Sooyoung kenapa kau tidak membawa buku tugasmu?
Hmm...tidak apa–apa bu,saya ingin mengetes ingatan saya saja,kata cewek yang bernama Sooyoung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Mengetes ingatan? Bu Elise semakin bingung.
“Supaya saya bisa jaga-jaga kalo ada ulangan dadakan yang akan diadakan oleh Bu Elise,sesudah mengatakan hal itu Sooyoung langsung kembali ke tempat duduknya.
   “Tumben kamu nggak pake buku jawabnya,buku kamu emangnya kenapa? tanya Taeyeon teman sebangku Sooyoung.
“Coba kamu liat tugas yang tadi”
Taeyeon  memperhatikan buku tugas Sooyoung,setelah itu dia menatap Sooyoung dengan kaget.
“Kau belum menjawab sama sekali soal-soal ini?
Apa kau tidak berpikir buku ini akan di kumpulkan?”Tanya Taeyeon bertubi-tubi
“He..he..kau tidak perlu khawatir soal ini Taeyeon,kata Sooyoung sambil cengengesan.
“Baiklah,aku tidak akan khawatir.”
  “Siapa diantara kalian yang mau maju? kata Bu Elise yang terpaksa membuat percakapan antara Taeyeon dan Sooyoung 

Jumat, 26 November 2010

Prolog Yoona

Busan,Korea Selatan
Satu tahun kemudian

Ada peristiwa perampokan di rumah keluarga Im yang meynyebabkan dua orang tewas dan satu orang selamat dalam keadaan sekarat.
Di rumah salit ternama,ada banyak orang yang mendorong sebuah tempat tidur untuk pasien.
“Ayo cepat siapkan operasi cangkok jantung!! Teriak seorang dokter lantang.
“Baik!!”
  “Yoona semoga kau masih bisa selamat,kata Ayahnya lembut.
  “Maaf,Pak anda tidak boleh masuk,”kata salah seorang dokter.
  “Tapi kami ingin melihat keadannya,”kata Ibunya panik.
  “Maaf tuan nyonya anda tidak bisa melihatnya untuk saat ini.”
  “Baiklah ayo Younha,kita tunggu saja,”kata Hyung
Mereka berdua menunggu selama hampir enam jam,akhirnya operasi selesai dengan berhasil.
  “Operasinya berhasil Tuan Hyong,”kata seorang dokter.
  “Terimakasih banyak dokter,”kata Ayah Yoona sambil membungkukkan badan.
  “Ya sama-sama.”
  “Maaf dokter saya mau bertanya,”kata Ibu Yoona.
  “Oh ya silahkan.”
  “Jantung yang sudah menyelamtkan anakku,milik siapa?”tanya Ibu Yoona.
  “Jantung ini milik seseorang yang baru meniggal dua hari yang lalu,”kata dokter.
  “Siapa namanya dokter?”tanya Ibu Yoona penassaran.
  “Maaf saya tidak bisa memberitahukannya pada anda.”
  “Kenapa?”
“Karena itu memang peraturannya.”
“Terima kasih dokter.”
  “Mari silahkan masuk.”
Ayah dan Ibu Yoona memasuki kamar dengan perasaan campur aduk.
Kemudian mereka mendapati Yoona sedang tertidur pulas,orang tua Yoona melihat dengan perasaan senang karena melihat anak mereka selamat dari kematian.
“Bagaimana,kalau kita sekeluarga pindah ke Seoul sesudah Yoona sembuh?” kata Ayah Yoona.
“Tapi perkerjaanmu bagaimana?”
“Tidak masalah. Aku bisa meminta perusahaan untuk memindah tempat kerjaku di Seoul.”
“Hmm..baiklah mungkin ini pilihan yang terbaik untuk Yoona,”kata ibunya sambil melihat wajah Yoona.
“Aku yakin ini yang terbaik untuk Yoona agar melupakan peristiwa ini.”  

***

Prolog

Prolog Taeyeon
 
Satu jam kemudian di sebuah rumah sakit.
Di koridor rumah sakit ada seorang cewek berlari-lari sambil celingak-celinguk mencari sebuah kamar di rumah sakit itu. Saat berlari dia menabrak seseorang.
“Maaf,”kata Taeyeon sambil membungkukkan badan.
“Taeyeon?”kata Orang tadi.
“Ibu? Bagaimana keadaan Joon Ki saat ini?”
“Kata dokter dia tidak bisa bertahan lebih dari satu jam,”kata ibunya sambil menangis.
Mendengar hal itu Taeyeon hanya bisa lemas dan diam.
  “Taeyeon,Joon Ki pasti ingin bertemu denganmu makanya dia tetap bertahan.”
  “Baiklah,”kata Taeyeon lemas.
Taeyeon membuka pintu dengan perasaan campur aduk,kemudian dia melihat Leo sedang tertidur pulas.
  “Leo aku datang.”
Cowok yang dipanggil Leo tadi tetap tertidur pulas.
  “Leo apa yang ingin kau katakan padaku waktu itu?”
Dia tidak melihat Leo membuka matanya,Leo tahu hal itu.
“Nuna2,aku ingin mengatakan tentang banyak hal waktu itu,”kata Leo yang tidak terdengar jelas karena Leo memakai oksigen.
Taeyeon kaget mendengar suara orang yang dirindukannya.
  “Leo kau sudah sadar? Aku panggilkan dokter yah?”tanya Taeyeon.
  “Tidak usah Nuna,”kata Leo sambil memegang pergelangan tangan Taeyeon.
 “Baiklah aku tidak akan memaksa.”
Kemudian Taeyeon duduk disamping tempat tidur Leo.
 “Leo kenapa kau tidak jadi mengatakannya pada saat itu?”Kata Taeyeon penasaran.
 “Karena aku takut kau akan meninggalkanku Nuna,”kata Leo terdengar sedih.
 “Kenapa aku harus meniggalkanmu?”
 “Nuna aku ingin kau berjanji satu hal padaku,”kata Leo.
 “Apa yang harus aku lakukan?”
 “Tolong kau jangan menangis waktu aku pergi dari sisimu,”kata Leo tersenyum.
 “Baiklah,aku berjanji padamu Leo.”kata Taeyeon tersenyum lembut.
 “Selamat tinggal Nuna,semoga kau selalu bahagia,”kata Leo lembut.
Lalu Taeyeon mendengar bunyi panjang dan datar yang membuatnya merinding. Ia lalu melihat monitor penunjuk detak jantung,hanya garis lurus yang terlihat di sana.
Taeyeon merasa lemas saat melihat garis lurus itu tiba-tiba banyak dokter langsung menerobos masuk. Ia tidak menyadari ibunya menariknya menjauh dari Leo dan memeluknya. Sosok Leo menghilang diantara kerumunan orang berbaju putih itu.
Namun usaha para dokter dan perawat yang mengelilingi Leo sia-sia. Mereka akhirnya menjauh dari Leo. Taeyeon kemudian menatap ke monitor yang tetap menunjukkan garis lurus itu.
Tidak berubah...mereka gagal menyelamtakan Leo.
Taeyeon tidak menangis ketika melihat Leo dibawa menjauh dari dia dan ibunya. Sedangkan ibunya menangis tersedu-sedu di pelukkannya.
“Leo maafkan aku karena tidak menangis,kalau bisa aku ingin menangis untuk saat ini tapi aku tidak bisa karena...aku sudah berjanji padamu tadi...”
 

2Panggilan pria untuk wanita yang lebih tua (kakak)


***

Jumat, 05 November 2010

Prolog Sooyoung


Seoul,Korea Selatan


Jalanan sepi.
Langit gelap dan hujan turun.
Ada dua orang yang sedang berjalan dan saling berbicara satu sama lain.
“Onni1 bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya Sooyoung.
“Boleh,tentang apa?”
“Perasaan onni saat ini bagaimana?”
“Lho? Kenapa kau bertanya seperti itu?”tanya Soojin bingung.
“Ngg..entah kenapa perasaanku tidak enak hari ini,”kata Sooyoung cemas.
“Sooyoung kau tidak perlu cemas,aku yakin semua pasti baik-baik saja,”kata Soojin sambil mengacak-ngacak kepala adiknya.
“Semoga saja onni,”kata Sooyoung tersenyum.
Tapi kenapa merasa perasaanku semakin tidak enak,”batin Sooyoung semakin cemas.
Mereka berdua berjalan semakin cepat karena hujan semakin deras.
Di saat menyebrang dengan Onni,Sooyoung merasa dirinya agak pusing hingga tidak melihat ada sebuah mobil yang berjalan dengan kecepatan tinggi.
  “Sooyoung awas!!,” teriak Soojin panik.
Sooyoung bingung karena dia tidak bisa bergerak sama sekali tiba-tiba ada seseorang yang mendorong badannya yang ternyata adalah kakaknya.
Mobil itu menabrak Soojin kemudian dia tergeletak di tengah jalan tepat di depan mata Sooyoung,mobil itu sendiri juga menabrak pohon yang ada di luar jalanan.
Sooyoung langsung berlari menghampiri kakaknya dan melihatnya bersimbah darah.
  “Onni maafkan aku,”kata Sooyoung sambil menangis.
  “Tidak apa-apa,kenapa harus minta maaf?”
  “Karena aku Onni jadi tertabrak”
“Ayo kita kerumah sakit saja Onni”ajak Sooyoung.
  “Tidak usah Sooyoung,”kata Soorin lirih.
“Ta..ta..tapi Onni,”kata Sooyoung tergagap.
  “Sooyoung aku punya satu permintaan.”
  “Apa Onni?”
“Sooyoumg berjanjilah,kau akan selalu membuatku bangga,” kata Soojin tersenyum.
“Aku berjanji onni akan membuatmu selalu bangga kepadaku,”kata Sooyoung sambil menangis sesenggukan.
“Dan aku akan berjanji juga padamu,Sooyoung kita pasti akan bertemu lagi meskipun aku tidak seperti yang kau lihat saat ini,” kata Soojin sambil tersenyum tulus dipelukkan Sooyoung,kemudian napas Soorin berhenti sesudah mengatakan hal ini. Sooyoung pun menangis tersedu-sedu.
 

1Panggilan wanita untuk wanita yang lebih tua (kakak)

 ***



Sabtu, 23 Oktober 2010

Ringkasan Novel Ice Cream

Ice Cream

  Sooyoung seorang cewek tomboy yang kadang hobi jahilin temennya,jarang bergaul,dan paling senang dengan olahraga basket yang menurut dia adalah bagian dari hidupnya merupakan anak terpintar di St.Raphael sekolahnya baik dari kelas X sampai kelas XII dan mempunyai ciri khas selalu memakai topi Red Sox yang berwarna hitam dan ungu.
  Taeyeon cewek biasa yang merupakan ketua OSIS di St.Raphael yang selalu mempunyai impian untuk mendirikan sekolah yang diperuntukkan orang yang tidak mampu.Dia sudah bersahabat dengan Sooyoung sejak kelas X dia juga  selalu membantu teman-temannya yang kesulitan maka tidak heran dia menjadi ketua OSIS.
  Yoona cewek yang berasal dari keluarga kaya yang selalu menekan kebebasannya untuk memeilih segala hal dalam hidupnya.
  Awal meraka bersahabat semua berlangsung lancar tanpa ada masalah sama sekali kemudian perlahan-lahan rahasia yang dipendam masing-masimg dari mereka mulai terbuka satu-persatu.
  Hubungan persahabatan mereka seperi Ice Cream yang rasanya selalu berubah-ubah kadang manis kadang juga asam.