Sabtu, 27 November 2010

Ice Cream (Part 1)

1


Seoul,Korea Selatan.
Sekolah St.Raphael Gakuen.

“Baiklah anak – anak waktu kalian mengerjakan tugas sudah habis. Sekarang salah satu maju ke depan kerjakan soal ini.” kata Bu Elise guru mapel Bhs.Perancis. Semua anak resah dan gelisah karena mereka takut akan menjadi korban sang guru “Choi Sooyoung majulah ke depan,”kata Bu Elise.
“Baik,kata seorang cewek berambut panjang sambil berjalan ke depan kemudian menuliskan jawabannya di papan tulis”.
Setelah selesai menulis jawabannya Bu Elise mengatakan jawabannya benar, “Sooyoung kenapa kau tidak membawa buku tugasmu?
Hmm...tidak apa–apa bu,saya ingin mengetes ingatan saya saja,kata cewek yang bernama Sooyoung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Mengetes ingatan? Bu Elise semakin bingung.
“Supaya saya bisa jaga-jaga kalo ada ulangan dadakan yang akan diadakan oleh Bu Elise,sesudah mengatakan hal itu Sooyoung langsung kembali ke tempat duduknya.
   “Tumben kamu nggak pake buku jawabnya,buku kamu emangnya kenapa? tanya Taeyeon teman sebangku Sooyoung.
“Coba kamu liat tugas yang tadi”
Taeyeon  memperhatikan buku tugas Sooyoung,setelah itu dia menatap Sooyoung dengan kaget.
“Kau belum menjawab sama sekali soal-soal ini?
Apa kau tidak berpikir buku ini akan di kumpulkan?”Tanya Taeyeon bertubi-tubi
“He..he..kau tidak perlu khawatir soal ini Taeyeon,kata Sooyoung sambil cengengesan.
“Baiklah,aku tidak akan khawatir.”
  “Siapa diantara kalian yang mau maju? kata Bu Elise yang terpaksa membuat percakapan antara Taeyeon dan Sooyoung 

Jumat, 26 November 2010

Prolog Yoona

Busan,Korea Selatan
Satu tahun kemudian

Ada peristiwa perampokan di rumah keluarga Im yang meynyebabkan dua orang tewas dan satu orang selamat dalam keadaan sekarat.
Di rumah salit ternama,ada banyak orang yang mendorong sebuah tempat tidur untuk pasien.
“Ayo cepat siapkan operasi cangkok jantung!! Teriak seorang dokter lantang.
“Baik!!”
  “Yoona semoga kau masih bisa selamat,kata Ayahnya lembut.
  “Maaf,Pak anda tidak boleh masuk,”kata salah seorang dokter.
  “Tapi kami ingin melihat keadannya,”kata Ibunya panik.
  “Maaf tuan nyonya anda tidak bisa melihatnya untuk saat ini.”
  “Baiklah ayo Younha,kita tunggu saja,”kata Hyung
Mereka berdua menunggu selama hampir enam jam,akhirnya operasi selesai dengan berhasil.
  “Operasinya berhasil Tuan Hyong,”kata seorang dokter.
  “Terimakasih banyak dokter,”kata Ayah Yoona sambil membungkukkan badan.
  “Ya sama-sama.”
  “Maaf dokter saya mau bertanya,”kata Ibu Yoona.
  “Oh ya silahkan.”
  “Jantung yang sudah menyelamtkan anakku,milik siapa?”tanya Ibu Yoona.
  “Jantung ini milik seseorang yang baru meniggal dua hari yang lalu,”kata dokter.
  “Siapa namanya dokter?”tanya Ibu Yoona penassaran.
  “Maaf saya tidak bisa memberitahukannya pada anda.”
  “Kenapa?”
“Karena itu memang peraturannya.”
“Terima kasih dokter.”
  “Mari silahkan masuk.”
Ayah dan Ibu Yoona memasuki kamar dengan perasaan campur aduk.
Kemudian mereka mendapati Yoona sedang tertidur pulas,orang tua Yoona melihat dengan perasaan senang karena melihat anak mereka selamat dari kematian.
“Bagaimana,kalau kita sekeluarga pindah ke Seoul sesudah Yoona sembuh?” kata Ayah Yoona.
“Tapi perkerjaanmu bagaimana?”
“Tidak masalah. Aku bisa meminta perusahaan untuk memindah tempat kerjaku di Seoul.”
“Hmm..baiklah mungkin ini pilihan yang terbaik untuk Yoona,”kata ibunya sambil melihat wajah Yoona.
“Aku yakin ini yang terbaik untuk Yoona agar melupakan peristiwa ini.”  

***

Prolog

Prolog Taeyeon
 
Satu jam kemudian di sebuah rumah sakit.
Di koridor rumah sakit ada seorang cewek berlari-lari sambil celingak-celinguk mencari sebuah kamar di rumah sakit itu. Saat berlari dia menabrak seseorang.
“Maaf,”kata Taeyeon sambil membungkukkan badan.
“Taeyeon?”kata Orang tadi.
“Ibu? Bagaimana keadaan Joon Ki saat ini?”
“Kata dokter dia tidak bisa bertahan lebih dari satu jam,”kata ibunya sambil menangis.
Mendengar hal itu Taeyeon hanya bisa lemas dan diam.
  “Taeyeon,Joon Ki pasti ingin bertemu denganmu makanya dia tetap bertahan.”
  “Baiklah,”kata Taeyeon lemas.
Taeyeon membuka pintu dengan perasaan campur aduk,kemudian dia melihat Leo sedang tertidur pulas.
  “Leo aku datang.”
Cowok yang dipanggil Leo tadi tetap tertidur pulas.
  “Leo apa yang ingin kau katakan padaku waktu itu?”
Dia tidak melihat Leo membuka matanya,Leo tahu hal itu.
“Nuna2,aku ingin mengatakan tentang banyak hal waktu itu,”kata Leo yang tidak terdengar jelas karena Leo memakai oksigen.
Taeyeon kaget mendengar suara orang yang dirindukannya.
  “Leo kau sudah sadar? Aku panggilkan dokter yah?”tanya Taeyeon.
  “Tidak usah Nuna,”kata Leo sambil memegang pergelangan tangan Taeyeon.
 “Baiklah aku tidak akan memaksa.”
Kemudian Taeyeon duduk disamping tempat tidur Leo.
 “Leo kenapa kau tidak jadi mengatakannya pada saat itu?”Kata Taeyeon penasaran.
 “Karena aku takut kau akan meninggalkanku Nuna,”kata Leo terdengar sedih.
 “Kenapa aku harus meniggalkanmu?”
 “Nuna aku ingin kau berjanji satu hal padaku,”kata Leo.
 “Apa yang harus aku lakukan?”
 “Tolong kau jangan menangis waktu aku pergi dari sisimu,”kata Leo tersenyum.
 “Baiklah,aku berjanji padamu Leo.”kata Taeyeon tersenyum lembut.
 “Selamat tinggal Nuna,semoga kau selalu bahagia,”kata Leo lembut.
Lalu Taeyeon mendengar bunyi panjang dan datar yang membuatnya merinding. Ia lalu melihat monitor penunjuk detak jantung,hanya garis lurus yang terlihat di sana.
Taeyeon merasa lemas saat melihat garis lurus itu tiba-tiba banyak dokter langsung menerobos masuk. Ia tidak menyadari ibunya menariknya menjauh dari Leo dan memeluknya. Sosok Leo menghilang diantara kerumunan orang berbaju putih itu.
Namun usaha para dokter dan perawat yang mengelilingi Leo sia-sia. Mereka akhirnya menjauh dari Leo. Taeyeon kemudian menatap ke monitor yang tetap menunjukkan garis lurus itu.
Tidak berubah...mereka gagal menyelamtakan Leo.
Taeyeon tidak menangis ketika melihat Leo dibawa menjauh dari dia dan ibunya. Sedangkan ibunya menangis tersedu-sedu di pelukkannya.
“Leo maafkan aku karena tidak menangis,kalau bisa aku ingin menangis untuk saat ini tapi aku tidak bisa karena...aku sudah berjanji padamu tadi...”
 

2Panggilan pria untuk wanita yang lebih tua (kakak)


***

Jumat, 05 November 2010

Prolog Sooyoung


Seoul,Korea Selatan


Jalanan sepi.
Langit gelap dan hujan turun.
Ada dua orang yang sedang berjalan dan saling berbicara satu sama lain.
“Onni1 bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya Sooyoung.
“Boleh,tentang apa?”
“Perasaan onni saat ini bagaimana?”
“Lho? Kenapa kau bertanya seperti itu?”tanya Soojin bingung.
“Ngg..entah kenapa perasaanku tidak enak hari ini,”kata Sooyoung cemas.
“Sooyoung kau tidak perlu cemas,aku yakin semua pasti baik-baik saja,”kata Soojin sambil mengacak-ngacak kepala adiknya.
“Semoga saja onni,”kata Sooyoung tersenyum.
Tapi kenapa merasa perasaanku semakin tidak enak,”batin Sooyoung semakin cemas.
Mereka berdua berjalan semakin cepat karena hujan semakin deras.
Di saat menyebrang dengan Onni,Sooyoung merasa dirinya agak pusing hingga tidak melihat ada sebuah mobil yang berjalan dengan kecepatan tinggi.
  “Sooyoung awas!!,” teriak Soojin panik.
Sooyoung bingung karena dia tidak bisa bergerak sama sekali tiba-tiba ada seseorang yang mendorong badannya yang ternyata adalah kakaknya.
Mobil itu menabrak Soojin kemudian dia tergeletak di tengah jalan tepat di depan mata Sooyoung,mobil itu sendiri juga menabrak pohon yang ada di luar jalanan.
Sooyoung langsung berlari menghampiri kakaknya dan melihatnya bersimbah darah.
  “Onni maafkan aku,”kata Sooyoung sambil menangis.
  “Tidak apa-apa,kenapa harus minta maaf?”
  “Karena aku Onni jadi tertabrak”
“Ayo kita kerumah sakit saja Onni”ajak Sooyoung.
  “Tidak usah Sooyoung,”kata Soorin lirih.
“Ta..ta..tapi Onni,”kata Sooyoung tergagap.
  “Sooyoung aku punya satu permintaan.”
  “Apa Onni?”
“Sooyoumg berjanjilah,kau akan selalu membuatku bangga,” kata Soojin tersenyum.
“Aku berjanji onni akan membuatmu selalu bangga kepadaku,”kata Sooyoung sambil menangis sesenggukan.
“Dan aku akan berjanji juga padamu,Sooyoung kita pasti akan bertemu lagi meskipun aku tidak seperti yang kau lihat saat ini,” kata Soojin sambil tersenyum tulus dipelukkan Sooyoung,kemudian napas Soorin berhenti sesudah mengatakan hal ini. Sooyoung pun menangis tersedu-sedu.
 

1Panggilan wanita untuk wanita yang lebih tua (kakak)

 ***



Sabtu, 23 Oktober 2010

Ringkasan Novel Ice Cream

Ice Cream

  Sooyoung seorang cewek tomboy yang kadang hobi jahilin temennya,jarang bergaul,dan paling senang dengan olahraga basket yang menurut dia adalah bagian dari hidupnya merupakan anak terpintar di St.Raphael sekolahnya baik dari kelas X sampai kelas XII dan mempunyai ciri khas selalu memakai topi Red Sox yang berwarna hitam dan ungu.
  Taeyeon cewek biasa yang merupakan ketua OSIS di St.Raphael yang selalu mempunyai impian untuk mendirikan sekolah yang diperuntukkan orang yang tidak mampu.Dia sudah bersahabat dengan Sooyoung sejak kelas X dia juga  selalu membantu teman-temannya yang kesulitan maka tidak heran dia menjadi ketua OSIS.
  Yoona cewek yang berasal dari keluarga kaya yang selalu menekan kebebasannya untuk memeilih segala hal dalam hidupnya.
  Awal meraka bersahabat semua berlangsung lancar tanpa ada masalah sama sekali kemudian perlahan-lahan rahasia yang dipendam masing-masimg dari mereka mulai terbuka satu-persatu.
  Hubungan persahabatan mereka seperi Ice Cream yang rasanya selalu berubah-ubah kadang manis kadang juga asam.