Prolog Yoona
Busan,Korea Selatan
Satu tahun kemudian
Ada peristiwa perampokan di rumah keluarga Im yang meynyebabkan dua orang tewas dan satu orang selamat dalam keadaan sekarat.
Di rumah salit ternama,ada banyak orang yang mendorong sebuah tempat tidur untuk pasien.
“Ayo cepat siapkan operasi cangkok jantung!! Teriak seorang dokter lantang.
“Baik!!”
“Yoona semoga kau masih bisa selamat,kata Ayahnya lembut.
“Maaf,Pak anda tidak boleh masuk,”kata salah seorang dokter.
“Tapi kami ingin melihat keadannya,”kata Ibunya panik.
“Maaf tuan nyonya anda tidak bisa melihatnya untuk saat ini.”
“Baiklah ayo Younha,kita tunggu saja,”kata Hyung
Mereka berdua menunggu selama hampir enam jam,akhirnya operasi selesai dengan berhasil.
“Operasinya berhasil Tuan Hyong,”kata seorang dokter.
“Terimakasih banyak dokter,”kata Ayah Yoona sambil membungkukkan badan.
“Ya sama-sama.”
“Maaf dokter saya mau bertanya,”kata Ibu Yoona.
“Oh ya silahkan.”
“Jantung yang sudah menyelamtkan anakku,milik siapa?”tanya Ibu Yoona.
“Jantung ini milik seseorang yang baru meniggal dua hari yang lalu,”kata dokter.
“Siapa namanya dokter?”tanya Ibu Yoona penassaran.
“Maaf saya tidak bisa memberitahukannya pada anda.”
“Kenapa?”
“Karena itu memang peraturannya.”
“Terima kasih dokter.”
“Mari silahkan masuk.”
Ayah dan Ibu Yoona memasuki kamar dengan perasaan campur aduk.
Kemudian mereka mendapati Yoona sedang tertidur pulas,orang tua Yoona melihat dengan perasaan senang karena melihat anak mereka selamat dari kematian.
“Bagaimana,kalau kita sekeluarga pindah ke Seoul sesudah Yoona sembuh?” kata Ayah Yoona.
“Tapi perkerjaanmu bagaimana?”
“Tidak masalah. Aku bisa meminta perusahaan untuk memindah tempat kerjaku di Seoul.”
“Hmm..baiklah mungkin ini pilihan yang terbaik untuk Yoona,”kata ibunya sambil melihat wajah Yoona.
“Aku yakin ini yang terbaik untuk Yoona agar melupakan peristiwa ini.”
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar