Jumat, 05 November 2010

Prolog Sooyoung


Seoul,Korea Selatan


Jalanan sepi.
Langit gelap dan hujan turun.
Ada dua orang yang sedang berjalan dan saling berbicara satu sama lain.
“Onni1 bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya Sooyoung.
“Boleh,tentang apa?”
“Perasaan onni saat ini bagaimana?”
“Lho? Kenapa kau bertanya seperti itu?”tanya Soojin bingung.
“Ngg..entah kenapa perasaanku tidak enak hari ini,”kata Sooyoung cemas.
“Sooyoung kau tidak perlu cemas,aku yakin semua pasti baik-baik saja,”kata Soojin sambil mengacak-ngacak kepala adiknya.
“Semoga saja onni,”kata Sooyoung tersenyum.
Tapi kenapa merasa perasaanku semakin tidak enak,”batin Sooyoung semakin cemas.
Mereka berdua berjalan semakin cepat karena hujan semakin deras.
Di saat menyebrang dengan Onni,Sooyoung merasa dirinya agak pusing hingga tidak melihat ada sebuah mobil yang berjalan dengan kecepatan tinggi.
  “Sooyoung awas!!,” teriak Soojin panik.
Sooyoung bingung karena dia tidak bisa bergerak sama sekali tiba-tiba ada seseorang yang mendorong badannya yang ternyata adalah kakaknya.
Mobil itu menabrak Soojin kemudian dia tergeletak di tengah jalan tepat di depan mata Sooyoung,mobil itu sendiri juga menabrak pohon yang ada di luar jalanan.
Sooyoung langsung berlari menghampiri kakaknya dan melihatnya bersimbah darah.
  “Onni maafkan aku,”kata Sooyoung sambil menangis.
  “Tidak apa-apa,kenapa harus minta maaf?”
  “Karena aku Onni jadi tertabrak”
“Ayo kita kerumah sakit saja Onni”ajak Sooyoung.
  “Tidak usah Sooyoung,”kata Soorin lirih.
“Ta..ta..tapi Onni,”kata Sooyoung tergagap.
  “Sooyoung aku punya satu permintaan.”
  “Apa Onni?”
“Sooyoumg berjanjilah,kau akan selalu membuatku bangga,” kata Soojin tersenyum.
“Aku berjanji onni akan membuatmu selalu bangga kepadaku,”kata Sooyoung sambil menangis sesenggukan.
“Dan aku akan berjanji juga padamu,Sooyoung kita pasti akan bertemu lagi meskipun aku tidak seperti yang kau lihat saat ini,” kata Soojin sambil tersenyum tulus dipelukkan Sooyoung,kemudian napas Soorin berhenti sesudah mengatakan hal ini. Sooyoung pun menangis tersedu-sedu.
 

1Panggilan wanita untuk wanita yang lebih tua (kakak)

 ***



Tidak ada komentar:

Posting Komentar